Berapa biaya terapi akupunktur?

Selain rasa takut terhadap tusukan jarum, satu hal lagi yang biasanya menjadi penghalang seseorang dalam melakukan terapi akupunktur adalah hitung-hitungan biayanya. Terutama karena terapi akupunktur harus dilakukan secara serial, rutin dan berkala agar didapatkan peningkatan kesehatan yang juga signifikan.

Berdasarkan pengamatan saya pada praktek-praktek akupunktur di Bandung (dan beberapa yang saya dengar di Jakarta), sebenarnya tidak ada tarif yang standar untuk sebuah sesi akupunktur. Ada yang mematok tarif 20 ribu rupiah, 30 ribu rupiah, 50 ribu rupiah, dan bahkan ada juga yang sampai ratusan ribu rupiah untuk setiap sesinya.

Sebenarnya apa sih dasar pertimbangan pentarifan tersebut? Terus terang saja saya tidak tahu (he..he..) Masing-masing akupunkturis memiliki pertimbangan tersendiri. Ada yang ingin jasanya terjangkau, sehingga dia masang tarif 20 ribu rupiah. Ada yang sedang-sedang saja, memasang tarif 50 ribu rupiah, sekadar untuk pengganti jasa. Ada juga yang sense of business-nya juga sudah mulai terasa sehingga dia masang tarif sampai ratusan ribu rupiah.

Anyway, bellows are the things you need to know about:

- Dalam akupunktur, kesehatan seseorang dipandang secara holistik, tidak parsial. Ini artinya, dalam akupunktur sebenarnya tidak ada hitung-hitungan 1 penyakit, 2 penyakit, 3 penyakit dst… Jadi kalau ada akupunkturis yang mendasarkan tarifnya pada banyaknya penyakit yang Anda idap, berarti sebenarnya sudah ada sedikit aspek bisnisnya.. hehe..

- Dalam akupunktur, tidak ada hubungan linear antara jumlah jarum yang dipergunakan dengan tingkat kesuksesan terapinya. Tidak berarti bahwa jika makin banyak jumlah jarum yang dipergunakan maka makin hebat juga khasiatnya. Konon, di Cina dulu, ukuran kepiawaian seorang akupunkturis justru diukur dari jumlah jarum yang dipergunakannya. Makin sedikit, makin bagus. Makin pendek seri yang diperlukan, makin bagus. Nggak usah memakai banyak jarum, yang penting manjur. Kalau bisa, 1 jarum saja. Jadi, kalau ada akupunkturis yang mendasarkan tarifnya pada jumlah jarum yang dipergunakannya, berarti sudah ada aspek bisnisnya juga. (Note: terkecuali jika memang jarum yang dipergunakan adalah jarum khusus yang sangat mahal harganya sehingga memang harus dianggap sebagai sebuah komponen biaya tersendiri. Di luar negeri, memang ada jarum-jarum yang seperti ini, misalnya jarum emas atau jarum yang dipergunakan pada Japanese Acupuncture, jarumnya sangat halus dan painless.).

Nah, begitulah kira-kira informasi yang dapat saya sampaikan terkait dengan duit-perduitan. Dari semua penjelasan di atas, pertanyaan yang mungkin paling penting untuk Anda tanyakan (terutama pada diri Anda sendiri) adalah: seberapa besar sih Anda meng-harga-i kesehatan Anda? Benarkah hitung-hitungan itu sebegitu pentingnya dibandingkan dengan kesehatan Anda dan keluarga?

Ingatlah: Health is not everything in life, but without health life is nothing. Kesehatan bukanlah hal terpenting dalam hidup, tapi tanpa kesehatan, hidup tak akan lagi bermakna.

This statement is indeed true. Sebagai seseorang yang dalam beberapa kesempatan merasa hampir mati, facing death eye-to-eye (he..he..), beberapa kali juga saya mendapatkan kesempatan untuk belajar bahwa kesehatan itu tak ternilai harganya. It’s the source of life enjoyment. The beginning of any adventure. For something that important, how much would you put a price on it? Berbeda dengan mayoritas akupunkturis ataupun pelayan kesehatan lainnya, saya menjalani profesi ini berangkat dari status sebagai seorang pasien yang ingin mencari kesembuhan. It gives me a whole different perspective.

Hmmm.. apa lagi ya? Sekian dulu deh ya..

About these ads

12 Responses

  1. kemampuan berhasil tidaknya penerapi akupuntur juga ditentukan oleh kondisi primanya sipenerapi menyalurkan energy ke tubuh sang pasien yg sakit, sehingga metabolisme 5 unsur dalam tubuh berjalan sempurna.
    senang menjadi sahabat bagi anda

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: