Buku Tamu

GuestbookSelamat datang dan terima kasih atas kunjungannya ke blog Bandung Acupuncture.

Halaman ini adalah tempat dimana Anda bisa meninggalkan saran, komentar, dan pertanyaan, ataupun sekedar untuk menyapa. Tidak perlu menulis dengan Ejaan Yang Disempurnakan, tapi usahakan agar tetap sopan dan enak dibaca.

Kalau misalkan pengen request agar subject tertentu dibahas di blog ini juga boleh.

Note:

Blog Bandung Acupuncture dimaksudkan untuk edukasi dan pengabdian, bukan untuk promosi praktek/klinik. Mohon ma’af karena sementara ini saya belum bisa menerima pasien umum, baru terbatas untuk teman dan kerabat dekat saja. Jika suatu saat nanti saya membuka praktek untuk umum, maka akan saya umumkan di sini. Untuk saat ini, silahkan cari akupunkturis yang sesuai untuk Anda, dan manfaatkan Bandung Acupuncture untuk menggali informasi seputar per-akupunktur-an.

Akhir kata, terimakasih dan have fun…!!!

74 Responses

  1. Salam mbak Tyas, kalo aku mau coba acupuncture perlu check medis dulu? Bosen makan obat dan ngempet sakit. Alamat acupunturis sekitar bekasi dmn? Aku tunggu kabar baiknya, suwun.

  2. Senang sekali membaca blog tentang akupunktur yang dipersembahkan oleh mbak Tyas —- yang emang dari dulu rajin belajar—-. Seneng mendapatimu semakin bugar dan pinter……… Aku sering sekali pusing”, mungkin harus mencoba pengobatan timur juga….
    Bagaimana kabar Ifa?

    • Wah, terimakasih atas pujian-pujiannya he he..
      Pinter mah dulu… sekarang sih pikun juga…
      Kayaknya harus coba akupunktur deh… rugi loh kalo nggak nyobain…

  3. Wicya Metha Bawana-ers and Kanti Raras Trus Dumadi-ers ask about you.
    How are you ?

    BR//Nerut – Stop Stone City

  4. Salam Kenal Tyas….
    Saya Yogi Nich…. saya baru balik ke bandung dari pendidikan akupunktur di jakarta. mudah2an di bandung saya bisa mengamalkan ilmu gue (eh…saya maksudnya). Kalo ada seminar2 n lokakarya boleh dong informasinya. Thks…..

  5. dear mba tyas..
    makasih atas tips ngapalin titik-titiknya ya.
    tgl 26 maret ini miza mau ujian
    mohon doanya dr mba tyas dn tamu blog ini
    agar jd yang terbaik ya..
    amin..

    • @ miza
      Waaahhh… ujian yah.
      Sudah pasti didoakan.
      Yang penting belajar semaksimal mungkin, berdoa, dan selanjutnya sih pasrah aja… hehe…
      Semoga sukses yah miza…

  6. Mau tanya … untuk belajar akupunktur,apakah diperlukan pemahaman bahasa mandarin secara mendalam?

    • @ Teddy
      Nggak kok. Hanya dibutuhkan sedikit (banget) istilah2 Cina. Ngga sampe 20 istilah deh.
      Namun perlu banyak belajar tentang fisiologi dan anatomi tubuh dan juga istilah-istilah medis Barat.

  7. @ Lely
    Yup… teruskan aja akupunkturnya.
    Saya tidak melihat itu sebagai suatu bentuk ketagihan (addiction) seperti kasus orang yang ketagihan narkoba. Kalau ketagihan, maka kondisi tubuh akan memburuk ketika tubuh tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Dalam hal akupunktur, tubuh sekedar kembali ke keadaan semula seperti kalau tidak di-akupunktur. Itu sih normal saja kok… Kalau kurang tidur, tubuh kita juga jadi error, namun tidak berarti bahwa kita ketagihan tidur. It’s simply something that we need regularly. Dan saya setuju, kalau bisa dan memungkinkan, sebaiknya belajar akupunktur atau setidaknya akupresur.
    Satu tips tambahan, supaya lebih sehat lagi, pijit-pijit telinga setiap hari (pelan-pelan saja, sampai telinga terlihat merah dan terasa hangat). Di telinga ada 100 titik akupunktur yang terhubung dengan semua organ tubuh. Lebih gampang kan?

    Selamat mencoba yah.

  8. Makasih mbak Tyas…selamat tahun baru juga.
    Oke, saya teruskan akupunturnya. Pokoknya, saya telah memutuskan untuk terapi akupuntur untuk “melawan” sakit ini dan berusaha untuk menjalankan pola hidup yang lebih “sehat”. Sekarang, saya malah tergoda untuk belajar akupuntur juga, kalau nanti ada kesempatan, he..he..

    Jabat Erat,
    Lely

  9. @ Lely

    Selamat tahun baru yah… hehe
    Rasa sakit tersebut selalu muncul kembali karena hasil terapi akupunkturnya masih kalah dalam melawan/menetralisir pola hidup yang kurang baik. Bagaimana pun, akupunktur bukan sulap loh.. hehe. Pola hidup yang sehat merupakan syarat utama untuk mendapatkan kondisi tubuh yang juga prima. Tetap teruskan saja akupunkturnya yah… semoga semakin sehat.

    Salam

  10. Mbak Tyas, aku bertamu lagi nih.
    Kali ini ngobrolnya agak panjang ya mbak. Saya mengalami sakit di sekitar leher, bahu, terus (terutama) di bagian sela-sela tulang belikat. Pernah sangat sakit (nyeri hebat, seperti ada bisul di dalam sana). Saya bahkan sampai demam dan tidak bisa menggerakkan tangan kanan (yang paling sakit di bawah tulang belikat sebelah kanan). Saya sudah atasi dengan berbagai obat penghilang sakit dari dokter, tidak sembuh juga. Saya coba pijet, malah tambah sakit.
    Setelah membaca blok ini saya menemukan pengobatan dengan cara lain : Akupuntur ! Maka saya beranikan diri…
    Dan memang setelah 3 kali akupuntur, rasa sakit mulai hilang mbak….
    Kata dokter akupuntur yang mengobati saya, ini adalah sakit otot yang sudah parah, karena posisi tubuh yang salah dan tidak berolah raga (pola hidup, konsumsi, dll) yang buruk. Memang itu semua betul mbak.
    Saya punya riwayat pekerjaan sehari-hari menggunakan komputer dengan cara yang tidak benar (dulunya tidak kursus komputer, jadi ngetiknya 12 jari…he…he…) Dan bekerja pake komputer sudah 10 tahun.
    Sekarang saya sudah bisa bekerja lagi dengan nyaman. Tapi kenapa ya mbak, sakitnya kok nggak hilang-hilang dengan lenyap ? Kalau saya bekerja lagi dengan jam kerja yang panjang, pasti bahu, leher dan belakang tulang belikat sakit lagi……
    Menurut mbak Tyas, apakah saya akan tergantung dengan akupuntur ? Memang sih, saya mulai ketagihan dengan cara pengobatan ini, yang ternyata menyembuhkan sakit-sakit yang lain (sakit kepala dan maag).
    Waduh mbak…curhat saya panjang sekali ya….
    Mbak Tyas mau kan kasi tanggapan ?
    Terimakasih sebelumnya sudah mau mendengar dan menjawab saya.

    Jabat Erat,

    Lely – Medan

Leave a Reply