Praktisi Akupunktur. Apa sih sebutannya? Dokter, shinshe,… atau apa?

Praktisi AkupunkturAda kejadian lucu yang diceritakan oleh salah seorang teman ketika dia sedang bercakap-cakap dengan seorang praktisi akupunktur di Bandung. Sepanjang percakapan tersebut, dia selalu memanggil praktisi itu dengan sebutan ”Dok….. ” (note: Dok = dokter). Namun tatkala di kemudian hari diketahui bahwa sang praktisi ternyata bukan seorang dokter, maka tergelak-gelaklah dia. Ha..ha.. Padahal udah dengan pe-de nya manggil ”Dok…”, eh, ternyata bukan dokter. Malu deh jadinya.

Jadi, apa sih sebutan bagi seorang praktisi akupunktur?

Well, sepengetahuan saya, orang-orang yang memiliki keahlian dalam akupunktur secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu:

a. Shinshe, yaitu seseorang yang bisa melakukan pengobatan akupunktur dan juga bisa melakukan pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM) lainnya, seperti penggunaan ramuan, Qi Gong, maupun Tai Chi. Umumnya seorang Shinshe adalah seorang warga keturunan Cina.

b. Dokter akupunktur, yaitu seorang dokter yang mengambil spesialisasi pendidikan S-2 pada akupunktur medis (more about this, read here)

c. Akupunkturis, yaitu seseorang yang bisa melakukan pengobatan dengan akupunktur dengan basis ilmu Traditional Chinese Medicine juga, tapi dia tidak memiliki keahlian TCM lainnya selayaknya seorang Shinshe. Yang masuk ke dalam kategori ini sangat beragam, bisa dari yang background pendidikannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan medis (seperti saya, Teknik Elektro he..he..), atau yang background pendidikannya memang medis (perawat, dokter, dsb).

Nah, berdasarkan penggolongan di atas, kalau ingin menyapa seseorang yang profesinya adalah tusuk-menusuk dengan jarum akupunktur, maka kalau nggak pengen malu karena salah sebut, mending lihat-lihat dulu deh. Kalau tidak jelas apakah dia seorang dokter atau bukan (dan jangan menyimpulkan hal ini dari jas putih yang dikenakannya saja ya, karena akupunkturis pun kadangkala mengenakan jas putih), mending panggil dengan sebutan Pak/Bu/Mas/Mbak aja. Lebih aman… Seperti saya ini misalnya, saya termasuk kategori ke-3, akupunkturis. Jadi kalau ada yang memanggil saya dengan sebutan ”Dok” ya canggung juga rasanya (meskipun beberapa dokter pun nyatanya kepeleset nyebut saya ”Dok” kalau pas lagi ketemuan he..he.. ya sutra… biarin aja).

So next time… please be more careful kalau mau menyapa seorang praktisi akupunktur. Not all of them are shinshes or doctors. Ada yang cukup dipanggil dengan Pak/Bu/Mas/Mbak aja, nggak perlu dikasih embel-embel apapun.

Salam.

%d bloggers like this: