Regulasi tentang Pengobatan Tradisional (Battra)

Herbs

Pada saat ini, masih belum banyak orang yang tahu tentang keberadaan regulasi yang mengatur praktek pengobatan tradisional (Battra). Padahal, sedikit-banyak, pengetahuan masyarakat terhadap regulasi ini akan turut mempengaruhi pandangan mereka atas pengobatan tradisional itu sendiri, dan juga sekaligus memberikan bekal bagi mereka untuk dapat memilih praktek Batra yang baik dan benar.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/Menkes/SK/VII/2003 tanggal 24 Juli 2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional adalah regulasi yang mengatur hal ini. Pengobatan Tradisional (Battra) dalam SK ini didefinisikan sebagai berikut:

Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara, obat dan pengobatnya yang mengacu kepada pengalaman, ketrampilan turun menurun, dan atau pendidikan/pelatihan, dan diterapkan sesuai dengan dorma yang berlaku dalam masyarakat.

Ada 4 (empat) klasifikasi dan jenis Battra di Indonesia, yaitu:

  • Pengobat tradisional ketrampilan, terdiri dari pengobat tradisional pijat urut, patah tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresuris, akupunkturis, chiropractor dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
  • Pengobat tradisional ramuan, terdiri dari pengobat tradisional ramuan Indonesia (jamu), gurah, tabib, shinshe, homeopathy, aromatherapist dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
  • Pengobat tradisional pendekatan agama, terdiri dari pengobat tradisional dengan pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Buddha.
  • Pengobat tradisional supranatural, terdiri dari pengobat tradisional tenaga dalam (prana), paranormal, reiki master, qigong, dukun kebatinan dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.

Seperti terlihat dalam uraian di atas, akupunktur termasuk ke dalam kategori Battra Ketrampilan, dan sampai dengan saat ini akupunktur adalah satu-satunya Pengobatan Tradisional yang bisa mendapatkan SIPT (Surat Ijin Pengobat Tradisional) dari Kepala DInas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat.

%d bloggers like this: