Peranan Faktor Psikis dalam Penyembuhan

Be HappyKemarin saya ngobrol-ngobrol dengan seorang ibu yang adiknya divonis menderita kanker payudara stadium 3. Dia agak khawatir dengan kondisi adiknya yang sepertinya makin memburuk. Dari percakapan tersebut ada satu hal yang bagi saya sangat menarik, yaitu bagaimana kecenderungan masyarakat kita untuk memandang penyakit sebagai sesuatu yang bersifat fisik saja, sehingga penanganannya pun hanya difokuskan pada penanganan fisik saja. Tidak lebih. Padahal, kesehatan merupakan cerminan kehidupan yang seimbang, mind-body-spirit. Dalam hal ini, faktor psikis pun tidak boleh diabaikan begitu saja.

Untuk penyakit-penyakit yang kronis, biasanya psikis pasien akan terserang habis-habisan. Khawatir, cemas, takut, marah, sedih, murung, semua campur-aduk menjadi satu. Dan tanpa sadar, dia sebenarnya sedang mengundang penyakit untuk mencengkramnya lebih dalam lagi. Memelihara pemikiran-pemikiran negatif ketika kita sedang dalam keadaan sakit dapat diibaratkan dengan mengguyur bara api dengan minyak tanah. Api akan semakin berkobar. Sepercik air yang diguyurkan melalui pengobatan yang dijalaninya tidak akan banyak berpengaruh.

Emosi negatif adalah lahan yang subur bagi berkembangnya penyakit. Coba saja amati bagaimana lalat, kecoak, dsb sangat menggemari tempat-tempat yang kotor. Penyakit pun demikian. Penyakit tidak akan tahan untuk bercokol di dalam tubuh seseorang yang selalu ceria, yang damai hatinya.
Usahakan untuk selalu waspada terhadap apa-apa yang tengah berkecamuk dalam pikiran dan hati kita. Hindari momen-momen yang hanya akan menjerat kita dalam pikiran dan emosi yang negatif. Misalnya, nonton acara kriminal di TV, nonton sinetron drama atau film horor sungguh tidak baik untuk kesehatan. Mendengarkan lagu-lagu melankolis juga jelek pengaruhnya. Carilah kegiatan yang menyenangkan, yang akan mengalihkan pikiran kita dari penyakit yang tengah kita derita.

Lift up your spirit. Don’t give up. Miracle is everywhere

%d bloggers like this: