Perlu berapa kali terapi akupunktur?

Akupunktur6Pada dasarnya, penyakit muncul sebagai akibat dari adanya gangguan keseimbangan dalam tubuh, dan dengan akupunktur maka keseimbangan ini dapat dikembalikan secara pelan-pelan dan bertahap. Datang sekali dua kali untuk ber-akupunktur mungkin untuk sesaat memang terasa meringankan symptom yang pada saat itu tengah dikeluhkan, misalnya pusing, mual, pegal-pegal, kesemutan, capek yang teramat sangat, nyeri di bagian tubuh tertentu, dsb. Akan tetapi hal ini sifatnya hanya symptomatic relief saja, sesaat saja. Penyebab fundamental dari munculnya simptom itu sendiri belum tertangani sepenuhnya dengan terapi yang hanya dilakukan sekali dua kali. Sayangnya, biasanya begitu merasakan keluhannya sudah berkurang maka pasien tidak akan kembali lagi untuk melanjutkan terapi, meskipun sebenarnya terapi tersebut belum tuntas.

Saya melihat hal di atas sebagai cerminan budaya kita yang cenderung untuk ’mengobati’ daripada ’mencegah’. ”Kalau tidak sakit, ya ngapain ditusuk”, begitulah yang mungkin dipikirkan. Hal yang seperti ini benar-benar sangat memprihatinkan. Banyak kasus penyakit kronis yang mungkin bisa dicegah andai saja pasien datang lebih awal dan juga rutin. Dan kalau diamati lebih teliti lagi, faktor penghambat utamanya biasanya adalah perasaan takut ditusuk, perasaan bahwa hal itu belum diperlukan, merasa sayang dengan uang yang harus dikeluarkan untuk biaya terapi, tidak ada waktu, dan juga adanya false hope bahwa penyakit akan menghilang dengan sendirinya tanpa upaya apapun.

Satu hal yang perlu diingat oleh siapapun yang menjalani terapi akupunktur adalah bahwa akupunktur harus dilakukan secara periodik dan rutin agar membuahkan hasil yang nyata. Dalam hal ini jumlah terapi akupunktur yang diperlukan oleh masing-masing orang sangatlah bervariasi, tergantung pada akut atau kronisnya penyakitnya, tergantung pada kondisi daya tahan tubuhnya saat itu, dan juga tergantung pada lifestyle-nya (pola makan, minum, olah raga, istirahat, dan manajemen pikirannya).

Untuk penyakit akut yang baru berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu lamanya, dengan daya tahan tubuh yang masih bagus serta adanya komitmen untuk memperbaiki gaya hidup, maka terapi yang pendek (2 -10 kali secara periodik) mungkin sudah mencukupi. Selanjutnya terapi bisa dilanjutkan sesekali saja sekedar untuk tune-up. Namun untuk penyakit kronis yang telah diderita selama berbulan-bulan atau malah bertahun-tahun lamanya akan diperlukan terapi yang cukup lama pula. Biasanya, jika dilakukan seminggu dua kali selama beberapa bulan, barulah mulai terasa ada perbaikan yang nyata. Untuk kondisi yang seperti ini, maka sangat diperlukan kesabaran dan ketelatenan dari pasien untuk terus melanjutkan terapi.

The good news is, termasuk kelompok manapun Anda saat ini, akut ataupun kronis, akupunktur selalu dapat meningkatkan kualitas kesehatan Anda, karena tidak peduli apa pun penyakit yang saat ini tengah Anda derita, maka up to some point akupunktur dapat memperbaiki ketidakseimbangan yang saat ini tengah terjadi dalam tubuh Anda. Dan sebagai hasilnya, Anda menjadi lebih sehat lagi.

Nah, selamat ber-akupunktur-ria dan ingatlah bahwa:

mencegah lebih baik daripada mengobati

2 Responses

  1. @ Dodi
    Pertanyaannya gampang… tapi jawabnya susah. He..he..
    Gini nih, saya berusaha (at least up to this moment) agar blog ini netral, tidak berpihak pada praktek seseorang atau sekelompok orang, dengan harapan agar blog ini bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Jadi mohon ma’af sebesar-besarnya kalo saat ini saya belum bisa memberikan rekomendasi akupunkturis tertentu secara terbuka disini. Mungkin bisa di-google aja dengan keyword ‘akupunktur’ dan ‘bandung’.
    Sekali lagi, mohon ma’af…

  2. Mau tanya, kalau di Bandung di mana saja kita bisa melakukan akupuntur? Tentu saja yang recomended ya. Trus apakah ada gambaran mengenai biaya yang harus kita siapkan setiap kali kunjungan. Makasih ya Mbak …

Comments are closed.

%d bloggers like this: