Akupunktur dan Keyakinan Beragama?

Akupunktur10Ketidaktahuan akan prinsip yang menjadi basis pengobatan akupunktur sering membuat orang khawatir bahwa terapi akupunktur akan bertentangan dengan keyakinannya dalam beragama. Mungkin kekhawatiran ini disebabkan karena akupunktur berasal dari Cina yang sangat kental dengan tradisi maupun kepercayaan yang diwariskan secara turun-menurun oleh nenek moyangnya, sedangkan di sisi lain, mayoritas masyarakat Indonesia cenderung mudah menggolongkan sesuatu yang tidak jelas atau yang berada di luar keyakinan beragamanya sebagai sesuatu yang terlarang.

Prinsip yang menjadi basis pengobatan akupunktur sebenarnya tak jauh berbeda dengan prinsip pemijatan yang sudah dikenal dengan baik di Indonesia, yaitu memperlancar aliran energi dan peredaran darah dalam tubuh. Dalam lingkup Traditional Chinese Medicine sendiri, pijat dikenal dengan sebutan acupressure, saudara tua dari acupuncture.

Nah, berdasarkan prinsip ini, maka seorang terapis (pemijat/akupresuris/akupunkturis) berusaha mengenali ketidakseimbangan energi yang tengah terjadi di tubuh seseorang untuk kemudian dapat menentukan lokasi dan metode pemijatan/penusukan yang tepat. Hanya saja, berbeda dengan pijat yang menggunakan kedua tangan sebagai sarana utamanya, maka pada akupuntur sarana utamanya adalah jarum akupunktur. Dengan adanya penggunaan sarana yang berbeda ini maka pengembangan keilmuan akupresur dan akupunktur pun berbeda. Informasi lebih detil mengenai sejarah perkembangan ilmu akupunktur dapat dibaca disini.

Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari akupunktur. Pressing one area of our body (either with fingers or needles) to relieve some pain is part of our survival mechanism as a human being. It’s totally natural.

Selamat menikmati sesi akupunktur Anda tanpa suatu kekhawatiran apapun.

%d bloggers like this: