Apa akupunktur memerlukan pemeriksaan lab?

Akupunktur11Berbeda dengan kedokteran Barat yang umumnya mengandalkan diagnosisnya pada hasil pemeriksaan lab, maka dalam akupunktur (yang berbasis pada kedokteran Timur) diagnosis dihasilkan dari pemeriksaan yang alamiah, sama sekali tidak menggunakan peralatan modern. Dasar ilmu kedokteran Barat dan kedokteran Timur sangatlah berbeda, sehingga baik istilah-istilah, prosedur, maupun peralatan yang sering dipergunakan dalam kedokteran Barat tidak mutlak diperlukan dalam akupunktur.

Ilmu pemeriksaan dalam akupunktur berasal dari pendokumentasian pengalaman para praktisi akupunktur selama ribuan tahun lamanya. Meskipun aplikasinya kadang berbeda-beda, namun pada prinsipnya pemeriksaan dalam akupunktur dilakukan dengan mengamati, mendengar dan mencium keberadaan suatu simptom pada tubuh pasien, melakukan perabaan nadi dan daerah-daerah tertentu, serta menganalisis informasi yang diberikan oleh pasien (more about this later). Berbagai pertanda yang teramati, terdengar, tercium, teraba atau tersampaikan oleh pasien akan menunjukkan jenis ketidakseimbangan yang tengah terjadi dalam tubuh pasien tersebut. Dari hal-hal inilah maka seorang akupunkturis dapat menyimpulkan diagnosisnya dan kemudian melanjutkan dengan pemilihan titik maupun metode penusukan.

Tentu saja untuk menghasilkan diagnosis yang tepat maka seorang akupunkturis harus mampu melakukan proses pengamatan, pendengaran & penciuman, perabaan/palpasi, serta penggalian informasi dari pasien untuk menelusuri hubungan antara simptom yang ada dengan kemungkinan penyebabnya.

Nah, berdasarkan penjelasan di atas, sebenarnya hasil pemeriksaan lab tidak mutlak diperlukan dalam akupunktur. Namun demikian, bisa saja pemeriksaan lab tersebut dipergunakan untuk menunjang diagnosis akupunktur ataupun untuk mengetahui perkembangan dari suatu terapi akupunktur yang dijalani oleh seorang pasien.

Sebagai contoh, ketika seorang pasien mengeluh sering merasa lemas atau pusing dan ternyata hasil pemeriksaan labnya menunjukkan bahwa kadar Hemoglobinnya rendah, maka hasil lab ini dapat dipergunakan untuk memperkuat diagnosis akupunktur bahwa terjadi penurunan kualitas energi maupun darah dalam tubuh pasien. Terapi akupunktur pun kemudian diarahkan untuk memperbaiki kualitas energi maupun darah dalam tubuh pasien tersebut. Ketika keluhan maupun simptom yang tadinya terlihat pada tubuh pasien telah hilang, maka seri terapi akupunktur dapat diakhiri. Namun demikian, meskipun tidak wajib, pasien dapat kembali memeriksakan darahnya ke lab untuk memastikan bahwa memang telah terjadi peningkatan kadar Hb-nya.

%d bloggers like this: