Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) dan Surat Ijin Pengobat Tradisional (SIPT)

Akupunktur12Dengan makin sadarnya masyarakat akan pentingnya pengobatan yang alamiah maka pengobatan tradisional pun makin hari makin tumbuh subur, baik yang ditawarkan secara perorangan (door to door), yang ditawarkan di klinik kecil-kecilan, di salon-salon kecantikan dan spa, maupun yang telah diintegrasikan di sarana layanan kesehatan umumnya.

Untuk memastikan bahwa pengobatan tradisional yang tumbuh berkembang di tengah-tengah masyarakat adalah pengobatan tradisional yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya, maka sesuai dengan Pasal 4 Keputusan Menkes No. 1076/Menkes/SK/VII/2003 tanggal 24 Juli 2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional, semua pengobat tradisional wajib mendaftarkan diri kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat untuk memperoleh Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT).

Dengan adanya STPT ini, maka praktek pengobatan tradisional dapat terus dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat sehingga diharapkan pada akhirnya dapat memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat penggunanya.

Lebih jauh dalam Pasal 9 dinyatakan pula bahwa pengobat tradisional yang metodenya telah memenuhi persyaratan penapisan, pengkajian, penelitian dan pengujian serta terbukti aman dan bermanfaat bagi kesehatan dapat diberikan Surat Ijin Pengobat Tradisional (SIPT) oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat.

Sampai dengan saat ini, akupunktur adalah satu-satunya pengobatan tradisional yang dapat diberikan SIPT. Dalam hal ini, untuk mendapatkan SIPT maka seorang akupunkturis harus terlebih dulu mengikuti uji kompetensi akupunktur yang diselenggarakan oleh asosiasi/organisasi profesi.

Namun demikian, pada saat ini belum semua daerah menerapkan Keputusan Menkes ini secara seragam. Ada Kabupaten/Kota yang bisa mengeluarkan STPT maupun SIPT, namun ada juga yang tidak. Seperti di wilayah Kota Bandung misalnya, meskipun seorang akupunkturis telah lulus uji kompetensi, maka tetap saja tidak bisa mendapatkan SIPT karena adanya keterbatasan pada Perda saat ini. Paling banter, yang bisa didapatkan hanyalah STPT saja.

Berdasarkan Kepmenkes pasal 9 ini pula dinyatakan bahwa akupunkturis yang telah memiliki SIPT dapat diikutsertakan di sarana pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, dengan adanya SIPT ini maka Dinas Kesehatan telah memberikan pengakuan sepenuhnya terhadap kompetensi seorang akupunkturis sehingga dapat diikutsertakan dalam layanan kesehatan yang saat ini masih didominasi oleh pengobatan Barat.

%d bloggers like this: