Sejarah perkembangan ilmu akupunktur (bagian 1)

Sebagaimana hal lainnya, maka perkembangan dunia pengobatan selalu mengikuti perkembangan peradaban manusia. Pada saat peradaban manusia masih sangat sederhana, maka pengobatannya pun masih sederhana.

Siapa yang tidak tahu atau tidak pernah mendengar tentang ilmu pijat? Massaging atau pemijatan mungkin adalah salah satu teknik pengobatan yang paling tua dalam sejarah kemanusiaan, karena penggunaan tangan untuk menyentuh, memegang, meremas, mengepal, dan lain-lain adalah bagian dari kodrat kita sebagai manusia. It’s an inherent part of our existence as human being. Penemuan ilmu memijat pun terjadi secara otomatis saja. Tanpa diajarkan oleh siapapun, ketika seseorang merasa pusing maka secara otomatis tangannya memijit-mijit kening untuk meringankannya. Demikian juga ketika kaki terkilir, maka secara refleks tangan akan mengurutnya. Penggunaan tangan untuk mengurut atau menekan bagian tubuh yang sakit sama sekali bukan hal yang aneh.

Namun demikian, manusia terus berusaha untuk mengembangkan metode pengobatan ini. Ketika kemudian peradaban manusia mulai memanfaatkan batu dalam kehidupannya sehari-hari pada jaman batu, maka batu pun mulai dijadikan sebagai sarana pemijatan (mungkin karena kalau pakai tangan terus-menerus jadinya pegel he..he..). Dari penggunaan batu, berkembang ke penggunaan tulang yang berujung runcing. Dan akhirnya ketika manusia mulai mengenal logam, maka dimulailah pembuatan jarum akupunktur dari bahan logam. Awalnya jarum-jarum ini terbuat dari perunggu, emas, dan perak. Namun pada saat ini yang umum digunakan adalah jarum yang terbuat dari stainless steel.

Laser akupunktur. Akupunktur masa depan?

Seiring dengan perkembangan jaman pula, saat ini pun telah dikembangkan teknik akupunktur dengan menggunakan laser dimana terapi akupunktur tidak lagi dilakukan dengan menggunakan jarum namun dengan memanfaatkan sinar laser. Meskipun efektifitas penggunaan laser dalam akupunktur masih menjadi perdebatan, namun hal ini menggambarkan bahwa ilmu akupunktur terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan perkembangan jaman. Entah teknologi apa lagi yang akan muncul di masa depan. Nuklir? Entahlah. Kita tunggu saja bersama-sama.

13 Responses

  1. Sore mba .. wah isi blog nya sangat inspiratif .. saya sendiri saat ini sedang belajar akupuntur .. saya sangat setuju pendapat mba bahwa kita ngga perlu tahu huruf china atau bahasa mandari untuk tau akupuntur .. Juga dari ratusan titiknya tidak semua harus di hafalkan .. Mba ada keluhan nih dari titik2 akupuntur utama apa yg harus di hafalkan dan tolong kiat2 cara menghafalkannya mba ..

    Hormat saya
    Prayudy
    prayudy@gmail.com

  2. I actually enjoyed reading this write-up.Thanks.

  3. satu lagi, seandainya saya ikut pendidikan akupunktur, apa bisa mendirikan praktek mandiri atau bisa bekerja di rumah sakiit atau puskesmas yang ada akupunkurnya? trus perijinannya bagaimana?apa juga di ikutkan suatu organisasi?trus apa nama saya juga akan punya titlenya:-)
    maaf pertanyaannya buanyak!he9
    mohon jawabannya ya

  4. apa siech perbedaannya akupunktur dan akupresure???
    tolong di jelaskan secara detail saya masih binggung.
    terima kasih

    • @ emit
      Pertanyaan ke-1:
      Akupunktur = menggunakan jarum
      Akupresur = menggunakan tekanan2 dengan jari tangan atau benda tumpul lainnya.

      Titik yang ditusuk/ditekan sih sama aja… alatnya aja yang beda.

      Pertanyaan ke-2:
      Dengan mengikuti pendidikan akupunktur, maka kita memiliki bekal ilmu akupunktur. Tidak ada title khusus yang akan didapatkan dari pendidikan akupunktur yang berupa kursus.

      Jika ilmu akupunktur ini kemudian ingin dipraktekkan kepada khalayak umum, maka kita harus mengurus ijin praktek terlebih dulu ke Dinas Kesehatan setempat, yang berupa STPT atau SIPT. Silahkan hubungi Dinas Kesehatan setempat untuk memperoleh informasi tentang hal ini.
      Mengenai bisa atau tidaknya bergabung dalam pelayanan kesehatan di suatu rumah sakit, hal ini bergantung pada kebijakan rumah sakit tersebut.

      Semoga cukup jelas yah…

  5. @ asma
    Mmmm… pertanyaannya apa yah? Ma’af saya lagi telmi, jadi agak bingung nih… hehe.
    Anyway, sebelum jauh merambah ke dunia per-laser-an, perlu saya sampaikan hal-hal sebagai berikut:
    – dengan kemajuan teknologi saat ini pun, secara medis belum bisa dijelaskan dengan pasti bagaimana cara kerja akupunktur konvensional (jika dipandang dari ilmu Barat). Namun demikian tak dapat dipungkiri pula bahwa acupuncture does work!
    – ada banyak aliran akupunktur, meskipun secara utama kurang lebih terkelompok dalam TCM dan akupunktur medis.
    – pada saat ini, penggunaan laser dalam akupunktur masih pro dan kontra. Ada yang bisa menerimanya dengan dasar pemikiran bahwa yang penting adalah stimulasi terhadap acupoint, sedangkan jarum atau laser hanyalah tools yang digunakan saja. Tapi ada juga yang tidak setuju dengan hal ini.

    Nah, berdasarkan hal-hal di atas, menurut saya kalaupun asma ingin melakukan penelitian terhadap akupunktur laser dengan pendekatan ilmu fisika, maka mungkin yang lebih tepat untuk disasar adalah akupunktur medis, bukan akupunktur TCM, karena memiliki dasar ilmu yang sama, yaitu Western Science.

    Semoga terbantu dengan informasi yang minim ini yah… Salam sukses selalu…!

  6. saya mahasiswi fisika semester akhir tertarik pada penelitian tentang akupuntur dari laser namun pengetahuan saya masih sangat minim tentang itu,makanya saya ingin sarannya sebagai orang yang sudah mempelajari akupuntur.terimakasih sebelumnya

  7. @dewi,
    Terimakasih atas kunjungannya ke blog Bandung Acupuncture. Sebagaimana telah sekilas saya jelaskan di sini , secara garis besar pada saat ini ada 2 aliran akupunktur, yaitu akupunktur TCM dan akupunktur medis. Saya kurang tahu perkembangan terakhir dari pendidikan untuk akupunktur medis. Untuk akupunktur TCM, pendidikan dilakukan melalui kursus-kursus. Saya tidak ingin promosi praktek/klinik/tempat kursus di blog ini, jadi silahkan tinggalkan alamat e-mail yang benar supaya bisa saya hubungi. Saya mencoba me-reply email dewi melalui pesan yang ditinggalkan di Kontak tapi tidak bisa.

  8. saya mahasiswa kedokteran semester 3, saya sangat ingin mempelajari acupuncture dengan serius, kira2 program apa yang sesuai mengingat saya masih sangat awam. bisa rekomendasikan tempat kursus di bandung g???

    • @ dewi,
      skg sudah ada pendidikan resmi akupunktur yg ada di indonesia. klo misalnya pgn mempelajari, yang saya tahu ada di Surabaya dan Solo. klo di Surabaya sdh byk alumni akupunkturis yg mjd praktisi dan dsana pola pengajaran ckp bagus. sedangkan di Solo baru saja dibentuk pendidikan resmi akupunktur, yaitu d3 akupunktur. saya sendiri adalah mahasiswa d3 akupunktur politeknik kesehatan surakarta. jika berminat silakan kunjungi http://col-ai.com/

  9. @cici
    Pada saat ini, biasanya ada 2 jalur untuk mempelajari akupunktur, yaitu jalur resmi dan jalur tidak resmi. Jalur resmi adalah melalui pendidikan ataupun kursus-kursus akupunktur, sedangkan jalur tak resmi melalui pembelajaran langsung ke praktisi akupunktur.
    Pada dasarnya, selama ada kemauan dan ketekunan semua ilmu bisa dipelajari kok. Demikian juga dengan akupunktur, kita tidak harus tahu bahasa Mandarin/Cina untuk mempelajari akupunktur.

  10. bagaimana cara mudah mempelajari akupuntur,.
    Teknik2nya serta titik2 akupunturnya,.
    Karena ilmu itu berasal dari cina.,kurang banyak orang bisa memahaminya selain sulit

    • @ cici,
      blajar akupunktur sebenarnya mudah. Tinggal niat qt sungguh2 ato tdk. dalam mempelajari akupunktur yg paling diutamakan menurut saya adalah rajin menghafal dan mempraktekkan akupunktur scr langsung. di akupunktur sendiri ada +/- 361 titik dari 14 meridian yang ada di tubuh. tentu saja tidak semuanya dihafalkan. nnt ada titik2 yg berguna dan efektif sehingga tdk perlu menghafal sluruh titik. klo tentang teknik, akupunktur menggunakan ketrampilan tangan qt sehingga wktu menusuk tidak menimbulkan rasa sakit.

Comments are closed.

%d bloggers like this: