Apakah yang sedang rawat jalan boleh berakupunktur?

Akupunktur bekerja dengan mengatur kembali keseimbangan energi dalam tubuh dari yang semula lemah, tersumbat, mengandung penyakit, atau pun kacau dengan cara menstimulasi titik-titik tertentu yang disebut dengan acupoint. Di lain sisi, secara medis dapat dipahami bahwa fungsional seluruh tubuh dikendalikan oleh otak kita, baik secara sadar maupun tak sadar. Dalam keadaan normal, sinyal-sinyal yang lalu-lalang antara otak dengan berbagai anggota tubuh berjalan dengan baik dan lancar. Dalam keadaan tak normal, terdapat kekacauan dalam sinyal-sinyal ini. Dengan penstimulasian acupoint melalui akupunktur, maka dapat dilakukan pengaturan kembali terhadap sinyal-sinyal yang tak lagi normal tersebut.

Dengan memahami mekanisme di atas, maka tentunya dapat dimengerti bahwa penggunaan obat-obatan rawat jalan, terutama yang bersifat pain-killing, anti-depressant, atau mind-altering akan sangat mempengaruhi cara kerja akupunktur. Dalam beberapa kesempatan saya amati bahwa terapi akupunktur yang dilakukan bersamaan dengan pengkonsumsian obat rawat jalan ternyata kurang optimal. Hal ini karena stimulasi yang dilakukan terhadap acupoint tersebut terblokir oleh reaksi obat yang tengah dikonsumsi.

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul jika Anda sedang menjalani rawat jalan adalah: apa yang harus dilakukan? Mana yang harus diprioritaskan? Rawat jalan atau akupunktur? Dalam keadaan yang seperti ini, banyak orang yang tentunya menjadi bingung. Sayangnya, memang tidak ada aturan pasti mengenai hal ini. Semuanya akan berpulang pada keputusan kita sendiri, apakah memprioritaskan penggunaan obat rawat jalan, mempercayakan sepenuhnya pada akupunktur, ataukah melakukan keduanya. Tentu saja, kita harus siap dengan resiko yang menyertai pilihan yang kita ambil.

%d bloggers like this: