Mandi matahari: Menyerap energi kehidupan

Pada saat menuliskan postingan ini, badan saya masih dipenuhi rasa hangat dan segar sehabis ”mandi” matahari (istilah kerennya sih sun-bathing, red.) di taman depan rumah saya. Perpaduan antara kehangatan sinar matahari pagi dan kesegaran udara yang muncul dari rimbunnya daun-daun membawa angan saya kembali ke masa kecil saya dimana saat itu masih sangat sering dijumpai orang-orang yang memiliki tradisi berjejer-jejer di pinggir jalan setiap pagi untuk berjemur bersama, ngerumpi ngalor-ngidul, masih mengenakan sarung yang melilit di badan, dan sama-sama belum mandi he..he..

Pemandangan itu sangat jarang saya temukan saat ini, karena makin hari sepertinya kita makin sibuk saja, dan terus berlomba untuk lebih sibuk dari yang lainnya. Pagi-pagi sudah terlihat kehebohan di sana-sini, baik yang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah maupun yang hendak berangkat mencari nafkah. Matahari? Walaahhh.. Sudah lupa lah ya…

Bagi masyarakat kita yang tinggal di daerah tropis, kehadiran matahari yang terus bersinar hampir setiap hari tanpa ada putusnya merupakan sesuatu yang biasa-biasa saja. Mungkin karena itulah makin hari kita makin tidak menyadari keberadaannya, melupakan sumbangsihnya yang sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan. Tanpa matahari, tak akan ada kehidupan di muka bumi ini. Dari matahari lah tanaman hijau mendapatkan sumber energinya untuk kemudian diprosesnya sehingga menghasilkan oksigen, andalan utama pernafasan bagi binatang dan manusia. Dari matahari pula tanaman tumbuh dan berkembang sehingga kemudian bisa dikonsumsi oleh binatang dan manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Konon, karena menyadari kehebatan matahari inilah maka masyarakat Mesir sampai menyembahnya dalam perwujudan dewa Ra.

Sebagai makhluk yang hidup di atas bumi, manusia juga sangat memerlukan sinar matahari, terutama matahari pagi. Kehangatan yang dipancarkan matahari akan membantu meringankan beban organ-organ tubuh yang bertugas untuk menjaga suhu tubuh manusia agar berada pada tingkat tertentu. Dengan bantuan sinar matahari maka kerja organ-organ tubuh tersebut menjadi jauh lebih ringan dari yang seharusnya. Dengan sinar matahari pula maka kandungan energi kehidupan (atau dalam tradisi Cina dikenal dengan Chi atau Qi) dalam tubuh kita akan lebih meningkat.

Jika Anda sedang mencari-cari cara untuk lebih meningkatkan kesehatan Anda, maka cara yang paling mudah dan murah adalah dengan berjemur setiap pagi hari (sekitar jam 6 sampai jam 8 pagi) ketika cahaya matahari masih berwarna kekuningan. Sambil merasakan cahaya matahari membasuh seluruh tubuh Anda, bayangkan bahwa tubuh Anda makin segar, ringan, dan sehat. Lakukan hal ini sesering mungkin, dan rasakan sendiri bedanya. Syukurilah bahwa di Indonesia kita bisa menjumpai matahari hampir setiap hari, berbeda dengan saudara-saudara kita yang tinggal di belahan bumi lainnya. Kita benar-benar dilimpahi dengan anugerah kehidupan yang luar biasa.

%d bloggers like this: