Prinsip Universal dalam TCM (bagian 1)

Filosofi Cina yang mendasari ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM) merupakan perpaduan dari science dan art yang begitu indahnya. Filosofi ini lahir dari pengamatan yang dilakukan selama ribuan tahun terhadap siklus alam dan hidup manusia. Riset ilmiah seperti apa yang bisa melampaui hal semacam ini?

Selama ribuan tahun, para leluhur Cina mengamati alam dan pergerakannya. Bagaimana siklus waktu terus berputar setiap harinya: pagi berganti siang, siang menjadi sore, sore menuju malam, dan malam kembali lagi menjadi pagi. Demikian juga dengan musim: musim dingin/salju dimana semua kehidupan terbungkus oleh dingin yang menusuk, musim semi dimana alam terlihat mulai merekah, musim panas yang terlihat terang-benderang, dan musim gugur dimana daun-daun mulai berguguran. Semuanya datang silih berganti. Manusia pun mengalami pergerakan yang serupa sepanjang kehidupannya: sebagai janin dalam kandungan, lahir sebagai bayi mungil yang tak berdaya, menjadi sosok anak kecil yang penuh keceriaan, tumbuh menjadi remaja yang penuh vitalitas, menjadi makin dewasa, akhirnya lanjut usia dan menuju kematian.

Semua bentuk kehidupan di muka bumi ini ternyata memiliki siklus yang terus berputar tiada hentinya. Dan setiap tahapan dalam siklus ini memiliki ciri dan karakter yang khas. Kesegaran yang terasa di pagi hari tentu saja berbeda dengan kesenyapan yang terasa di malam hari. Energi seorang anak kecil yang berlari-larian kesana-kemari dengan penuh antusiasme tentu saja berbeda dengan seorang lansia yang tengah menikmati bergulirnya hari di kursi goyangnya. Hal-hal semacam inilah yang diamati dan diformulasikan ke dalam pola-pola kehidupan oleh para leluhur Cina.

%d bloggers like this: