Seminar Electro-acupuncture di Bandung

Seminar Electro-acupuncture

Seminar Electro-acupuncture

Bertempat di Gedung JICA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Setiabudi Bandung, pada hari Minggu 30 November 2008 yang lalu diselenggarakan Seminar dengan tema Electro-Acupuncture. Seminar ini diselenggarakan oleh Konsorsium Akupunktur Propinsi Jawa Barat yang diketuai oleh Bpk. Endang Cahya. Bertindak sebagai pembicara utama dalam seminar ini adalah dr. Tomi Hardjatno yang juga merupakan ketua DPP PAKSI (Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia). Seminar ini dihadiri oleh praktisi akupunktur, kurang lebih sekitar 50 orang, baik yang dari kalangan dokter maupun praktisi umum.

Electro-acupuncture (EAP) telah terbukti dapat membantu percepatan proses terapi atau penyembuhan dengan akupunktur jika digunakan dengan benar dan tepat. EAP bekerja dengan cara memberikan rangsangan listrik pada titik-titik akupunktur. Rangsangan ini dihasilkan oleh alat EAP dengan cara menghubungkan elektroda-elektroda alat tersebut pada jarum-jarum di tubuh seorang pasin.bn245075

Tubuh manusia merupakan generator, kapasitor dan juga konduktor listrik. Komposisinya yang 65% terdiri dari air merupakan alasan kenapa tubuh manusia adalah bahan konduktor (penghantar listrik) yang baik. Pemberian rangsangan listrik pada tubuh akan mengakibatkan terjadinya perubahan muatan listrik yang dijalarkan oleh sel saraf aferen ke pusat.

Peralatan EAP terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian APD (Acupoint Detector) dan APS (Acupoint Stimulator). APD digunakan untuk mencari lokasi titik akupunktur secara tepat. Hal ini bisa dilakukan karena berbeda dengan bagian tubuh lainnya, maka titik akupunktur diketahui memiliki tahanan listrik yang lebih rendah sehingga mudah menghantarkan arus listrik. Hantaran arus listrik inilah yang kemudian dideteksi oleh APD sehingga keberadaan titik akupunktur tersebut bisa diketahui dengan tepat. APS digunakan untuk memberikan rangsangan pada titik akupunktur. Gelombang listrik yang diberikan oleh APS bervariasi dari segi: bentuk gelombang, frekuensi rangsang, irama rangsang, intensitas rangsang, dan juga lama perangsangannya. Kelima kombinasi dari hal tersebut di atas akan memberikan efek yang berbeda-beda pada titik akupunktur.

Dari seminar ini dapat disimpulkan bahwa dalam menerapkan EAP pada akupunktur, maka hal-hal yang harus dipelajari dengan seksama adalah:

  • spesifikasi alat
  • kelistrikan dalam tubuh manusia
  • respon tubuh terhadap rangsangan listrik

2 Responses

  1. ya itu dia masalahnya. yang lebih masalah lagi. banyak akupunkturis, yang tidak mengerti dan biasa pengaturan energi. lah wong merasakan pergerakan energi tubuhnya sendiri juga ga tau kok. wal hasil ilmu acupunktur nya hanya bisa 25% yang bisa digunakan.

    • Betul sekali. Memang akan lebih bagus lagi kalau seorang akupunkturis juga peka terhadap energi, tapi tidak harus kok, karena teknik akupunktur dan teknik terapi energi seperti Reiki, Qi Gong, Tai Chi dan semacamnya memang berbeda. Bisa dibilang akupunktur menjembatani teknik terapi/pengobatan yang murni bersifat energi dengan teknik terapi/pengobatan yang bersifat fisik (kedokteran Barat). Oleh karena itulah akupunktur memiliki disiplin ilmu yang tersendiri.

Comments are closed.

%d bloggers like this: